Enam November 2012

Enam November 2012,

Kita begitu berani memulai, kenapa begitu khawatir ketika ia harus berakhir? Satu alasan, rasa. Aku yakin rentetan pembelaan, cercaan dan penghakiman hanyalah luapan emosi yang tanpa teriring perasaan dan pemikiran jernih. Selama emosi tak kunjung reda, beribu sumpah serapah, caci-maki tak akan terbendung diluapkan.

Percayalah, sebentar lagi ia akan mereda. Ibarat api yang sebesar apa pun membakar, lama pun lambat ia akan redup. Dan padam. Saat seperti inilah penyesalan akan datang. Satu sama lain akan mengutuk diri sendiri. Mengapa ini harus terjadi. Mengapa saya harus seperti tadi. Mengapa kamu melakukannya

Aku siap. Siap menerima kenyataan setelah emosi kita sama-sama lenyap. Ada hikmah setelah ini. Pasti. Untuk saat ini apa yang telah kita mulai sudah selesai. Setelah ini ia akan bisa dimulai lagi dengan suasana yang baru bahkan ia akan benar-benar kita bungkus rapi dan tak akan pernah dibuka kembali.
Kamu pilih mana?

Serahkan pada waktu. Seperti yang kita percayai dari dulu, waktu itu mampu melakukan segala hal. Ia bisa merubah keadaan, ia bisa membuat baik dan buruk. Dan waktu mengantar kita kepada tujuan.
Masihkah tujuan kita sama?






Salam Semangat

Tak dipungkiri suntikan semangat itu sangat perlu. Ibarat perangkat elektronik yang butuh recharge untuk bisa meneruskan tugasnya kembali. Begitu jugalah kita, manusia. Manusia yang bukanlah robot. Bisa beroperasi kapanpun, semau operator yang mengendalikannya.

Banyak hal yang membuat semangat kita drop. Kembali dianalogikan ke perangkat elektronik tadi, mereka bisa drop karena kehabisan energi setelah beroperasi untuk sekian waktu yang dibatasi sesuai daya tahan mereka. Untuk urusan ini adalah hal gampang. Si operator tinggal merecharge kembali sampai itu perangkat full energi kembali.

Nah, bagaimana dengan manusia? Karena manusia makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna. Untuk urusan ini pun dia sedikit rumit. Permasalahan ini tak bisa diatasi dengan satu cara, layaknya perangkat teknologi yang masalahnya bisa diselesaikan dengan recharge saja.

Banyak macam tipe manusia, banyak kehendak, banyak persoalan, tentu banyak solusi pula untuk mengatasinya. Untuk membuat mereka kembali bersemangat ada berbagai opsi. Diantaranya; travelling, shopping, nonton bioskop, baca, menulis, bahkan memasak. Itu baru seberapa saja yang tersebutkan. Masih banyak cara lain sesuai kesenangan masing-masing. Beruntungnya kita bukan? Hayoo.. pilih mana? Lakukan saja.

Tapi ingat, mendekatkan diri kepada sang Khalik jauh lebih mengobati. Don't forget it.

Salam semangat :)

link gambar di sini


*ingin menuliskan ini ketika merasa berada pada posisi paling terbawah seolah tak akan bangkit lagi.

. (Titik)

Ku akan mulai menyentuhmu dengan media lain.
Ku akan mulai menatamu dengan dmensi lain.
Agar kau tak lagi jauh ditinggal.
Agar kau terlihat terawat.

Aku tak ingin lagi abai
Akan selalu ada kisah yang harus ditandai.
. (Titik)

ibu - kita

ibuku berusaha untuk tidak menolak apa saja kemauanku. agar aku tak kecewa tentunya
aku rasa ibumu juga begitu. tidak akan membiarkanmu berkecil hati atas apapun

kali ini, aku dan kamu sama-sama memiliki kehendak
ingin saling menghargai dan menyanggupi kemauan masing-masing
tapi apa yang terjadi?
tetap saja aku atau kamu melanggarnya
itikad baik untuk memperbaiki,
masih jauh
yang ada benturan pendapat
benturan kehendak
benturan prinsip
agak memaksakan

tapi percayalah
ini sekedar bumbu
menjadi aneka citarasa 
kita saja yang belum cukup mampu memaknainya
let it! enjoy! make it better

lalu kenapa aku menghubungkan 'ini' dengan ibuku ibumu?
alasan pasti aku juga tidak tahu
tentu diantaranya memiliki kesamaan, menurutku
butuh TULUS
ikhlas menabur
tak berharap balikan
selalu terjaga
selamanya

begitulah hendaknya,
kita



Torpidity

hidup, tak hidup
bersuara, tak terdengar
bicara, tak bersuara
merasa tanpa hati
#Zombie

alangkah malunya
untuk apa dipertahankan
takut berhenti
lebih baik
membuat nyaman
tanpa perasaan
#Munafik

biarkan saja
terus
lalui
sampai 'mati'
#Forced










Writing For

Writing for Fun

Wring for Happy

Writing for Love

#spirit to re-write

Banyak Jalan Satu Tujuan

Pada akhirnya skenario apa pun yang telah kita tuliskan tidak akan selalu berjalan semestinya.
Suatu ketika ia akan sama dengan yang telah kita rencanakan.
Suatu ketika ia akan berputar arah menjauhi rencana yang kita tetapkan.
Ini hanya persoalan penerimaan.
Apabila ia sesuai dengan rencana, terima dengan syukur.
Apabilai ia tak sama dengan rencana, terima juga dengan syukur.
Nah, syukur seperti apa?
Ketika pikiran ini mampu diduasisikan ia akan mampu mencerna dua syukur itu.
Ia juga akan bijak.
Mengiring kita ke tujuan yang terasa kian dekat.

Kali ini, sejauh ini perjalanan kita,
memang terasa di luar jalur.
Kadang kita tidak konsisten dengan skenario yang kita tuliskan.
Tak ada salahnya, bukan.
Karena semua berproses mengikuti alur masing-masing.

Mari berjalan.
Jalan yang tak sama.
Liku-liku.
Lurus.
Banyak jalan.
Satu tujuan.
Bahagia.