Tampilkan postingan dengan label cermin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cermin. Tampilkan semua postingan

Ya Qawwiyy

Ya Allah..
Ya Qawwiyy..

Engkau Maha Kuat
dan Menguatkan

Teguhkan hati ini ketika disakiti
Sabarkan hati ini ketika dilukai

Ampuni aku
Ampuni makhlukmu yang juga menyakitiku

Pekanbaru, 27 Februari 2013

#JanganMenyerah

Tuhan pasti kan menunjukkan 

Kebesaran dan Kuasa-Nya


#JanganMenyerah

Catatan Akhir Tahun

Menulis kali ini seperti kewajiban. Merasa wajib karena ada yang rindu tulisanku. Menulis karena di akhir bulan. Menulis karena di penghujung tahun. Sudah lama tak menulis, tak tau sebab. Sibuk, tak terlalu. Kehabisan ide, tentu tidak. Tak perlu juga mengurai alasan. Menulis sajalah.

Moment akhir tahun tentu menjadi waktunya refleksi diri. Bercermin. Apa yang sudah-sudah. Apa yang belum. Adakah bermanfaat, adakah cita tercapai. Atau waktu setahun ini terbuang sia-sia.

Jika mengurai, terlalu banyak yang terlewatkan. Merasa rugi. Menjadi abai akan kebutuhan batin demi mengejar ambisi. Terlalu dipaksakan. Tak dipungkiri banyak sudah yang tercapai, di balik itu terlalu banyak yang dikorbankan, perasaan. Memang benar pencapaian dan pengorbanan ibarat dua sisi mata uang. Selalu ada. Berdampingan. Tak ada yang perlu disesali. Bersyukur sajalah.

Catatan penting untuk satu tahun ini. Belajar ikhlas jalani takdir. Berlapang hati jika ingin tak tercapai. Kesampingkan duniawi. Akhiratlah masa depan sesungguhnya yang harus diperjuangkan.

Saatnya beresolusi. Catat daftar keinginan. Urai target. Perbaiki diri. Usaha dan tawakkal.
Lahawlawala quwwata illabillah.

*Bismillah.. setengah agama akan kusempurnakan di tahun depan. Insyaallah

 

Enam November 2012

Enam November 2012,

Kita begitu berani memulai, kenapa begitu khawatir ketika ia harus berakhir? Satu alasan, rasa. Aku yakin rentetan pembelaan, cercaan dan penghakiman hanyalah luapan emosi yang tanpa teriring perasaan dan pemikiran jernih. Selama emosi tak kunjung reda, beribu sumpah serapah, caci-maki tak akan terbendung diluapkan.

Percayalah, sebentar lagi ia akan mereda. Ibarat api yang sebesar apa pun membakar, lama pun lambat ia akan redup. Dan padam. Saat seperti inilah penyesalan akan datang. Satu sama lain akan mengutuk diri sendiri. Mengapa ini harus terjadi. Mengapa saya harus seperti tadi. Mengapa kamu melakukannya

Aku siap. Siap menerima kenyataan setelah emosi kita sama-sama lenyap. Ada hikmah setelah ini. Pasti. Untuk saat ini apa yang telah kita mulai sudah selesai. Setelah ini ia akan bisa dimulai lagi dengan suasana yang baru bahkan ia akan benar-benar kita bungkus rapi dan tak akan pernah dibuka kembali.
Kamu pilih mana?

Serahkan pada waktu. Seperti yang kita percayai dari dulu, waktu itu mampu melakukan segala hal. Ia bisa merubah keadaan, ia bisa membuat baik dan buruk. Dan waktu mengantar kita kepada tujuan.
Masihkah tujuan kita sama?






Salam Semangat

Tak dipungkiri suntikan semangat itu sangat perlu. Ibarat perangkat elektronik yang butuh recharge untuk bisa meneruskan tugasnya kembali. Begitu jugalah kita, manusia. Manusia yang bukanlah robot. Bisa beroperasi kapanpun, semau operator yang mengendalikannya.

Banyak hal yang membuat semangat kita drop. Kembali dianalogikan ke perangkat elektronik tadi, mereka bisa drop karena kehabisan energi setelah beroperasi untuk sekian waktu yang dibatasi sesuai daya tahan mereka. Untuk urusan ini adalah hal gampang. Si operator tinggal merecharge kembali sampai itu perangkat full energi kembali.

Nah, bagaimana dengan manusia? Karena manusia makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna. Untuk urusan ini pun dia sedikit rumit. Permasalahan ini tak bisa diatasi dengan satu cara, layaknya perangkat teknologi yang masalahnya bisa diselesaikan dengan recharge saja.

Banyak macam tipe manusia, banyak kehendak, banyak persoalan, tentu banyak solusi pula untuk mengatasinya. Untuk membuat mereka kembali bersemangat ada berbagai opsi. Diantaranya; travelling, shopping, nonton bioskop, baca, menulis, bahkan memasak. Itu baru seberapa saja yang tersebutkan. Masih banyak cara lain sesuai kesenangan masing-masing. Beruntungnya kita bukan? Hayoo.. pilih mana? Lakukan saja.

Tapi ingat, mendekatkan diri kepada sang Khalik jauh lebih mengobati. Don't forget it.

Salam semangat :)

link gambar di sini


*ingin menuliskan ini ketika merasa berada pada posisi paling terbawah seolah tak akan bangkit lagi.

ibu - kita

ibuku berusaha untuk tidak menolak apa saja kemauanku. agar aku tak kecewa tentunya
aku rasa ibumu juga begitu. tidak akan membiarkanmu berkecil hati atas apapun

kali ini, aku dan kamu sama-sama memiliki kehendak
ingin saling menghargai dan menyanggupi kemauan masing-masing
tapi apa yang terjadi?
tetap saja aku atau kamu melanggarnya
itikad baik untuk memperbaiki,
masih jauh
yang ada benturan pendapat
benturan kehendak
benturan prinsip
agak memaksakan

tapi percayalah
ini sekedar bumbu
menjadi aneka citarasa 
kita saja yang belum cukup mampu memaknainya
let it! enjoy! make it better

lalu kenapa aku menghubungkan 'ini' dengan ibuku ibumu?
alasan pasti aku juga tidak tahu
tentu diantaranya memiliki kesamaan, menurutku
butuh TULUS
ikhlas menabur
tak berharap balikan
selalu terjaga
selamanya

begitulah hendaknya,
kita



Torpidity

hidup, tak hidup
bersuara, tak terdengar
bicara, tak bersuara
merasa tanpa hati
#Zombie

alangkah malunya
untuk apa dipertahankan
takut berhenti
lebih baik
membuat nyaman
tanpa perasaan
#Munafik

biarkan saja
terus
lalui
sampai 'mati'
#Forced










Writing For

Writing for Fun

Wring for Happy

Writing for Love

#spirit to re-write

hanya Engkau yang pantas

Tuhan,
memang tak ada kepantasan bagiku memohon kepada siapapun
tiada yang bisa mengerti selain Engkau
tiada yang paham kecuali Engkau

tak seharusnya aku mengeluh kepada siapapun
tak sebaiknya aku meminta kepada makhlukMu
hanya Engkau yang pantas

Tuhan,
di siang ini aku merasa sendiri
ku sampaikan doa penuh harap;
Engkau masih mendekapku
Engkau masih bersamaku
tak ada kasih sayang abadi
kecuali dari Engkau

jadikan aku makhlukMu yang bertawakal
tidak larut dalam kesedihan
tidak lemah karena air mata
Ya Allah Ya Qawiyy
Engkau yang Maha Kuat dan menguatkan
wahai Sang pembolak-balik hati
kuatkanlah hati ini

Amin Allahumma Amin

Hati-hati, Jangan Menyakiti

Cinta sejati tak pernah menyakiti. Apabila sempat menyakiti  pada akhirnya kita akan merasakan sakit yang lebih sakit lagi. Memang, apa yang telah kita lakukan pastinya akan berbalas. Belajarlah untuk hati-hati dalam bertindak. Tengok ke kiri ke kanan, depan dan belakang. Adakah yang akan tersakiti.

Jangan sampai. Jangan sampai menyakiti orang lain. Apalagi dia adalah orang yang sangat kita sayangi. Ketika menentukan pilihan, cobalah berpikir lebih jauh. Sekasib apapun waktunya, jangan tergesa dalam memutuskan. Apa pun alasannya, belum tentu alasan kita bisa diterima dengan baik oleh orang-orang disekitar kita.

Apalagi orang yang kita sayangi. Ia akan berpikir lebih dibanding orang biasa di sekitar kita. Prioritaskanlah untuk memikirkan perasaannya. Meskipun dalam kondisi bak makan buah simalakama. Sekali lagi berhati-hatilah. Jika tak hati-hati dan kita salah dalam memilih, ia akan merasa dikorbankan. Disakiti dan benci. Itu semua hanya karena satu alasan, sayang. Ia benar-benar menyayangi kita.

Tak patut kita balik membenci dia. Tak patut pula menyalahkan sikapnya yang seolah berlebihan. Karena sepantasnya demikian. Bukankah kita telah menempatkan ia sebagai orang yang kita sayangi. Kita juga telah menjadikan ia sebagai seseorang yang begitu berarti dalam hidup ini. Jadi, sudah sepantasnya pula ia menginginkan yang lebih. Tak ingin diabaikan atas pilihan kita terhadap yang lain.

Dalam situasi seperti ini, sepertinya tidak ada lagi yang dapat dilakukan selalin meminta maaf, menyesali perbuatan, dan berjanji untuk berubah. Terlepas dari ada pentingnya atau tidak untuk melakukan ini, mungkin cukup melegakan bagi kita yang telah terlanjur berbuat salah. Hanya berharap ketulusan hati si pemberi maaf. Bukan memaafkan dengan pura-pura dengan alasan tak ingin memperpanjang masalah. Sikap seperti ini lebih menyakitkan lagi. Secara tidak langsung, ketika orang yang kita sayangi berlaku seperti ini, sebaliknya ia telah menyakiti kita. Jauh lebih sakit. Dibalik kealpaan kita dalam menentukan sikap yang tentunya tidak dibuat-buat. Pantaskah kita menerima balasan seperti ini? []

*ujung bori dalam hujan yang tak henti.  

Rabbi, kembalilah..

Rabbi. Aku rindu. Aku merasa sendiri. Aku rindu masa kita dahulu. Kenapa sekarang aku merasa ditinggalkan. Benar-benar aku merasa sendiri. Kembalilah. Izinkan aku menjemputMu dengan mengingat segala kenangan indahku bersamaMu.

Dulu, kau selalu membangunkan aku di SubuhMu. Di awal waktu. Aku tak tertinggal dari HambaMu yang lain yang juga bergegas menghadapMu di Subuh itu. Setelah SubuhMu aku berkesempatan menikmati indahnya pagiMu. Merasakan sejukNya udara pagiMu. Memerhatikan makhluk-makhluk lainMu berebutan mengais rezeki di halaman rumah. Menunggu mentari yang perlahan mulai menampakkan diri. Indah.

Tak hanya itu, Rabbi. Kenangan kita terus belanjut. Kali ini, kenangan di waktu DhuhaMu. Di waktu ini aku benar-benar seperti manusia fakir. Meminta. Aku minta jika rezekiku masih tinggi di atas langit, turunkanlah. Jika ia terpuruk di dasar bumi, bangkitkanlah. Jika ia jauh, dekatkanlah. Jika terdapat di dalamnya haram, halalkanlah. Dan memohon Engkau memberikan apa-apa yang Kau berikan kepada aku seperti yang Engkau berikan kepada hambaMu yang Sholeh. Rabb, aku benar-benar mengemis kepadaMu. Tapi tak sedikitpun aku malu. Karena aku tahu, hanya Engkau satu-satunya tempat meminta. Karena Engkau pula Maha Pemberi.

Setelah DhuhaMu, Engkau gerakkan langkah kakiku untuk bersegera mencari rezeki. Rezeki halal, penuh berkah. Begitu hendaknya. Kau jaga aku selama aku bekerja. Kau tuntun aku untuk tidak melakukan hal-hal keliru. Kau begitu baik. Selalu ada. Tak ada alasan sedikitpun untuk aku ingkar kepadaMu. Untuk melupakanMu. Terutama di lima waktuMu.

Rabbi, aku masih ingin terus mengingat. Kali ini aku akan mengingat senja. Senja yang begitu indah. Ketika mega merah mulai mengambang di angkasa. Aku suka senja. Karena di waktu senja akan ada istri-iistri yang tengah menunggu suaminya pulang dari mencari rezeki. Akan ada ibu yang harap-harap cemas menunggu sang buah hati kembali ke rumah. Akan ada seorang gadis yang mempersiapkan diri untuk menunggu malam. Ya, senja waktunya kembali ke peraduan.

Ketika mega merahmu menjelang, setelahnya MagribMu akan datang. Ya, begitulah waktu. Ia terus bekerja. Tak pernah ingkar. Ia akan mengantarkan siapa saja dari satu masa ke masa lain. Ia tak pernah mundur. Terus maju. Tibalah saatnya aku kembali menghamba kepadaMu. Magrib punya sensasi sendiri untukku, Rabbi. Setelah Magrib akan ada waktu lebih untuk dekat denganMu. Sebelum IsyaMu datang, akan ada lafalan ayat-ayatMu. Huruf demi huruf. Bait demi bait. Hingga beberapa halaman. Setiap kali melafalkan ayatMu, hati ini bergetar. Benar kata ustadz di ceramah Subuh tadi, katanya, "Alquran itu apabila dijatuhkan ke gunung, maka hancur lebur lah gunung itu. Maka barangsiapa yang tak bergetar sedikitpun hatinya ketika mendengar atau membaca ayat suci Alquran, maka ia bukanlah tergolong orang beriman". Luar biasa ayat-ayatMu, Rabbi.

Sebentar saja, waktu berselang. Isya pun datang. Ya, Isya shalat fardhu terakhir di lima urutan waktu dalam sehari menurutku.Tak boleh ditunda. Belum tentu kita akan menjelang Subuh di esoknya. Ia harus disegerakan. Ketika Isya telah sudah ditunaikan, hati ini akan tenteram. Tubuh ini telah siap untuk diistirahatkan. Aku akan membunuh malam. Tapi, aku masih ingin bersamaMu. Dzikir yang tak terlafazkan, hanya dalam hati, tak putus-putus hingga mata ini benar-benar terpejam. Damai sekali. Aku pun terlelap. Tentu bersamaMu yang telah menghantarkanku ke tidur yang lelap.

Aku kira setelah aku terlelap, Kau akan pergi. Ternyata tidak, Kau masih bersamaku. Di sepertiga malamMu, Kau datang lagi. Kau belai aku. Kau bangunkan aku. Sama sekali aku tak marah. Aku senang. Dengan mata setengah terbuka, aku terseok-seok beranjak mensucikan diri. Kembali aku menghadapMu. Rabbi, tak ada kesempatan melebihi di sepertiga malam ini. Ya, ini waktunya aku berkeluh kepadaMu. Mengeluhkan apa saja. Meminta apa saja. Tak sedikitpun aku malu ketika air mata ini tumpah di hadapanMu. Aku merasa Kau benar-benar dekat denganku. Benar-benar mendengarkan. Kau turun ke permukaan bumi untuk mendengarkanku.

Ya, begitulah kenanganku bersamaMu. Setiap hari bergulir seperti itu. Kadang ada kejutan-kejutan kecil yang aku terima dariMu. Bahkan surprise luar biasa kadang Kau hadirkan juga untukKu. Sangat indah. Dengan cara ini aku ingin kembali menjemputMu. Mungkin aku telah terlalu jauh meninggalkanMu. Mungkin pula Kau murka kepadaku, dan memilih untuk meninggalkanku. Pantas, aku merasa sendiri. Rabbi, kembalilah. Aku masih ingin bersamaMu. Aku masih ingin Kau menjaga aku. Hingga akhir hayatku. Jangan pernah tinggalkan aku. Aku pun akan selalu mengingatMu. Terus menghambakan diri ini hanya kepadaMu. Lindungilah aku. Sayangi aku dan orang-orang yang aku sayangi. Jaga mereka, ingatkanlah mereka jika mereka lupa. Agar kelak aku bersama dengan orang-orang yang aku sayangi berhak mendapatkan SyurgaMu. Amin.***

*Ujung Bori-Subuh jelang pagi
 

Ampuni Aku

Tuhan, kembali aku menemui sore yang tak biasa. Kali ini, di Ashar-Mu, aku kembali tertunduk. Tertunduk karena malu. Malu yang entah bagaimana aku menggambarkannya. Aku tahu Kau tentu sangatlah Maha Tahu, apa sebab aku malu. Tuhan, aku merasa benar-benar Kau tinggalkan. Akhir-akhir ini Kau biarkan aku berjalan sendiri. Kau tak lagi membimbing aku untuk meniti jalanMu.

Tuhan, aku tau mengapa Kau tinggalkan aku. Itu terjadi karena aku juga. Aku yang mungkin sedikit lengah kepadaMu. Aku yang telah menaruh kepentingan lain di atas kepentinganku meghamba kepadaMu. Mungkin juga aku lupa bahwa Kau sedang memberi ujian kepadaku. UjianMu kali ini benar-benar berbeda. Tak sama halnya dengan berbagai ujian yang telah Kau hadapkan kepadaku di waktu lalu. Kali ini Kau memberi ujian lewat keindahan. Keindahan yang jarang sekali aku temukan. Kau memberinya begitu saja. Aku merasa itu benar-benar anugerah dariMu. Indah sekali.

Tuhan, maafkan aku. Aku lupa. Aku kufur. Aku tak bersyukur. Seharusnya aku bersyukur dengan cara yang benar melalui nikmat yang telah kau berikan. Seharusnya aku memelihara kenikmatan ini dengan baik. Seharusnya aku bukan sia-siakan.

Tuhan, aku tau air mata ini tak cukup untuk memohon ampunanMu. Tapi ini sebentuk ketulusanku memohon kepadaMu. Jangan tinggalkan aku. Jangan biarkan aku berjalan sendiri. Teruslah bimbing aku. Ampuni aku.

*)ujungbori, 13 Nov 11, 17.00Wita

Lelaki Sholeh Dambaan Wanita Sholehah

Jadilah seorang lelaki yang beriman,
Yang hatinya disalut rasa taqwa kepada Allah,
Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap Islam,
Yang senantiasa haus dengan ilmu,
Yang senantiasa dahaga akan pahala,
Yang solatnya adalah maruah dirinya,
Yang tidak pernah takut untuk berkata benar,
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu,
Yang senaantiasa bersama kumpulan orang-orang yang berjuang di jalan Allah.

Jadilah seorang lelaki,
Yang menjaga tutur katanya,
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya,
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicarinya,
Yang sentiasa berbuat kebajikan kerana sifatnya yang penyayang,
Yang mempunyai kawan dan tidak mempunyai musuh.

Jadilah seorang lelaki,
Yang menghormati ibu bapaknya,
Yang senantiasa berbakti kepada orang tua dan keluarga,
Yang bakal menjaga kerukunan rumahtangga,
Yang akan mendidik isteri dan anak-anak mendalami Islam,
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan,
Karena dunia baginya adalah rumah sementara menuju akhirat.

Jadilah seorang lelaki,
Yang sentiasa bersedia untuk menjadi imam,
Yang hidup di bawah naungan Al-Qur'an dan mencontohi sifat-sifat Rasulullah,
Yang boleh diajak berbincang dan berbicara,
Yang menjaga matanya dari berbelanja,
Yang sujudnya penuh kesyukuran dengan rahmat Allah ke atasnya.

Jadilah seorang lelaki,
Yang tidak pernah membazirkan masa,
Matanya kepenatan karena membaca al-Quran,
Suaranya lesu kerana penat berzikir,
Tidurnya lena dengan cahaya keimanan,
Bangunnya Subuh penuh kecerdasan,
KAREna sehari lagi usianya bertambah kematangan.

Jadilah seorang lelaki,
Yang senantiasa mengingati mati,
Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat,
Yang mana buah kehidupan itu perlu dibaja dan dijaga,
Agar berputik tunas yang bakal menjaga baka yang baik,
Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian.

Jadilah seorang lelaki,
Yang tidak terpesona dengan buaian dunia,
Karena dia mengimpikan syurga Allah.



*) repost from: link ini.

Menjadi Diriku

MENJADI DIRIKU - Edcoustic

Tak seperti bintang di langit
Tak seperti indah pelangi
Kar’na diriku bukanlah mereka
Ku apa adanya…

Wajahku kan memang begini
Sikapku jelas tak sempurna
Kuakui ku bukanlah mereka
Ku apa adanya…

Menjadi diriku dengan segala kekurangan
Menjadi diriku atas kelebihanku…
Terimalah aku seperti apa adanya
Aku hanya insan biasa, tak mungkin sempurna

Tetap ku bangga atas apa yang kupunya
Setiap waktu kunikmati, anugerah hidup yang kumiliki…

***

Edcoustic memang selalu handal dalam menciptakan lagu. Meski telah lama menikmati 'Menjadi Diriku', tapi kali ini saya benar-benar merasakan makna lagu ini. Kenapa lagi, kalau bukan karena pengalaman.

Lirik yang bersahaja, sederhana, tapi dalem banget! Ada makna yang luar biasa di balik nada penuh semangat dari lagunya ini.Walaupun secara sekilas mirip pernyataan seseorang buat lawan jenis, tapi kalau kita lihat dari sudut pandang yang lain, lirik 'Menjadi Diriku ini bisa juga untuk menyatakan penghambaan seseorang kepada Tuhannya. Terserah mau menilai dari sudut pandang yang mana.

Dua bait pertama menggambarkan kekurangan diri yang dibandingkan dengan keindahan alam yang tak ada duanya (bintang dan pelangi). Penyebutan kekurangan di awal itu menggambarkan keikhlasan menerima kekurangan yang ada di dalam diri kita sendiri. Tanpa harus merasa kurang, juga tanpa harus merasa iri terhadap manusia lain yang dianggap 'lebih'.

Satu bait setelahnya (Menjadi diriku dengan segala kekurangan, Menjadi diriku atas kelebihanku) adalah sebuah keyakinan bahwa selain memiliki kekurangan, juga ada kelebihan yang benar-benar ada. Kedua hal itu disebutkan beriringan dengan maksud kekurangan yang ada harus dicoba untuk dihilangkan, sementara kelebihan yang ada harus dicoba tuk dikembangkan. Juga, tak perlu kita menonjolkan diri di hadapan manusia demi memperlihatkan kelebihan-kelebihan yang kita punya. Percayalah, Tuhan sungguh lebih Maha Adil dibanding makhlukNya dalam menilai. Tujuan kita pada akhirnya, menghambakan diri kepada Pencipta bukan makhlukNya, bukan?

Bait terakhir (yang juga adalah chorus-nya), ada sebentuk harapan. Di dunia ini tak ada yang sempurna, tapi harapan untuk menuju mendekati kesempurnaan tetap ada. Selain itu, ada juga harapan agar siapapun bisa menerima kekurangan yang masih ada. Karena untuk berubah ke arah yang lebih baik itu butuh waktu. Untuk itu, jangan pernah sia-siakan waktu karena waktulah yang paling setia dan ia pula yang akan membawa kita pada sebuah perubahan.

Lirik “Tetap ku bangga atas apa yang kupunya” menggambarkan bahwa selagi melakukan proses perubahan, ia tetap bangga atas apa yang ia miliki. Sampai waktu mempertemukannya dengan dirinya yang lebih baik! Ya, i very like this. Berbangga atas apa yang kita punya, bukankah berarti kita turut bangga kepada Yang menciptakan?



*)untuk yang pengen denger, ini dikasih link nya.

masih dalam genggaman rahasia Tuhan

seorang perempuan tengah bersiap untuk melepas sauh biduknya yang akan segera berlayar. tapi ia tak tahu siapa yang akan menemani dan kemana tujuan ia berlabuh.

lalu, datang seorang berwajah teduh yang akhir-akhir ini begitu setia menemaninya.
"laki-laki seperti apa yang selama ini kamu cari?"

"aku tak pernah mencari hanya menanti. dermaga ini adalah tempat penantianku, sampai kapanpun."

"mengapa selama ini kau tak pernah membuka hati untuk mereka yang datang?"

"jangan kau pertanyakan soal itu. aku tak berhak juga untuk menilai mereka yang telah datang. tapi aku hanya punya rasa. tentu, rasa ini hanya Tuhan yang tahu karena dia yang Maha Pemberi".

"lalu, laki-laki macam apa yang kau tunggu?"

"yang aku tunggu bukanlah putra mahkota, bukan pula sang raja. aku hanya menunggu apa yang dijanjikan Tuhan kepada aku, juga kepada umatNya sekalian. 'Laki-laki yang baik, untuk perempuan yang baik'. Aku tahu laki-laki yang baik dikatakan Tuhan bukanlah sama dengan penilaianku. sejauh ini aku hanya mampu melihat secara kasat mata. aku tak akan pernah tahu bagaimana seseorang yang sebenarnya kecuali aku menelusup di balik pori-porinya".

"untuk itu, aku sampaikan segala harapan ini kepada seseorang yang namanya masih dalam genggaman rahasia Tuhan".

"kalau kau mau, jika kelak bertemu dengan laki-laki baik itu, sampaikan juga harapan ini kepadanya. harapan dari perempuan yang tak memiliki cantik secara fisik, perempuan yang memiliki sangat amat banyak kekurangan. tetapi, ia tengah terus berusaha mempercantik iman dan akhlaknya."

seseorang berwajah teduh termangu sembari mencerna apa yang dikatakan perempuan tadi. ia pun berlalu.

kasih sayangNya

Ya Rabb, Kau ajarkan aku arti kesabaran melalui banyak cara.
Kau kirimkan mereka untukku.
Kau kirimkan segala bentuk yang tak kusadari untuk mempelajari itu.
mungkin selama ini aku lupa
mungkin selama ini aku lena
di Subuh ini aku merasa,
sungguh aku baru tersadar bahwa Engkau begitu menyayangiku
kasih sayangMu melebihi bumi beserta isinya
tapi kau mengirimkannya dengan cara berbeda
butuh tafakur untuk merasakannya
Segala puji bagi Engkau ya Rabb
tak pernah hentinya aku mengharapkan kasih sayangMu

Cintai Dia dalam Diammu

Notes manis ini murni copast dari seorang teman di fb. Sudah dengan izin, semoga bermanfaat. :)

...

Jika kamu belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam. karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya. Dengan begitu kau telah memuliakan dia, karena kamu tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang dan tak mau merusak kesucian serta penjagaan hatinya.

Dengan diammu …

Itu dapat memuliakan kesucian diri dan hatimu juga.
Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu.

Dengan diammu ...

Itu dapat menunjukkan bukti kesetiaanmu padanya.
Karena mungkin saja orang yang kau cintai adalah juga orang yang telah ALLAH SWT pilihkan untukmu.

Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah ra dan Ali ra ? Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan, tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah dalam sebuah pernikahan.

Sahabat ...

Dalam diammu tersimpan sebuah kekuatan...

Kekuatan sebuah harapan...

Hingga mungkin saja ALLAH akan membuat harapan itu menjadi kenyataan.

Hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata dan bukan angan semata, bukankah ALLAH tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ?

Sahabat ...

Jika memang "CINTA DALAM DIAM MU" itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata.

Biarkan ia tetap dalam diam, jika dia memang bukan milikmu, toh ALLAH, melalui waktu akan menghapus "CINTA DALAM DIAM MU" itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang lebih tepat untuk mengarungi hidup bersama.

Biarkan "CINTA DALAM DIAM MU" itu menjadi memori tersendiri biarkan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan SANG PEMILIK HATI.

Karena yakinlah ...

ALLAH kan memberikan ganti yang lebih baik lagi atau mewujudkan mimpimu dikemudian hari. Bersabarlah dalam diammu karena tulang rusuk takkan tertukar apalagi nyasar ^___^
----
Tuhan, sang Maha Cinta, saya tidak paham soal cinta. Tapi, bilaku jatuh cinta, labuhkan cinta ini pada seseorang yang membuat hamba semakin mencintaMu. Terimakasih Tuhan.

Lamaran (garis miring) Meminang

Akhir-akhir ini ada salah seorang saudara saya yang sering mengajak diskusi soal pernikahan dan lamaran. Kami saling menceritakan tradisi/adat pada daerah masing-masing. Namun, terlepas dari adat dan tradisi itu tentu kita sudah diwariskan tradisi atau ajaran tentang apa pun dalam kehidupan ini oleh Rasulullah SAW, termasuk pernikahan dan lamaran.

Untuk itu, izinkan saya untuk share tulisan di bawah ini. Saya hanya menyalin ulang salah satu Sub Bab dari Bab Nikah pada buku "Fiqih Wanita" karangan Syaikh Kamil Muhammad Uwaidah. Sengaja saya tak memuat salinan tentang pernikahan, karena setiap kita menurut saya pasti akan melewati proses lamaran dulu baru menuju pernikahan.

Mudah-mudahan siapa pun yang membaca mendapatkan manfaatnya. Salinan ini agak panjang, butuh waktu luang untuk membaca dan memaknainya. Selamat membaca, semoga kita termasuk kepada umat yang selalu meneladanani Rasul kita, Muhammad SAW.

***

Lamaran (Meminang)

Lamaran merupakan langkah awal dari suatu pernikahan. Hal ini telah disyari'atkan oleh Allah sebelum diadakannya akad nikah antara suami istri. Dengan maksud, supaya masing-masing pihak mengetahui pasangan yang akan menjadi pendamping hidupnya.

Allah berfirman:
"Dan tidak ada dosa bagi kalian meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kalian menyembunyikan (keinginan menikahi mereka) dalam hati kalian. Allah mengetahui kalian akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kalian mengadakan janji nikah dengan mereka secara lisan, kecuali sekadar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma'ruf. Dan janganlah kalian ber'azam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kalian. Maka takutlah kepada-Nya." (Al-Baqarah: 235)

Sifat Calon Istri
wanita muslimah yang hendak dinikahi harus memiliki sifat penuh kasih sayang. Karena, kasih sayang antara suami dan istri menjadi penyangga bagi keberlangsungan hidup rumah tangga. Selain itu, juga mampu melahirkan keturunan. Karena, dengan adanya keturunan akan menopang terpenuhinya kepentingan peradaban dan kekayaan.

Kecintaan dan kasih sayang seorang wanita kepada suaminya merupakan bukti adanya karakter yang kuat dari sifat alamiah yang ada pada dirinyayang mana hal itu dapat menghindarkan dirinya dari berselingkuh atau mencari perhatian laki-laki lain.

Dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim serta yang lainnya, dari Jabir disebutkan; bahwa Nabi pernah bertanya kepadanya: "Wahay Jabir, dengan gadis atau janda kamu menikah? Dengan janda, jawab Jabir. Maka beliau pun berkata: Alangkah baiknya jika engkau menikah dengan gadis, sehingga engkau bisa bermain-main dengannya dan ia bisa bermain-main denganmu." (HR. Imam Al-Bukhari, Imam Muslim).

Dari Abdullah bin Amr, ia berkata; bahwa Rasulullah pernah bersabda:
"Sesungguhnya dunia ini keindahan dan tidak ada keindahan di dunia ini yang lebih baik daripada seorang wanita shalihah. "(HR. Ibnu Majah)
"Sesungguhnya seorang wanita itu dinikahi karena agama, harta dan kecantikannya. Untuk itu, nikahilah wanita yang taat beragama, niscaya kamu akan bahagia. "(HR. Muslim dan At-Tirmidzi)

Penulis kitab Ar-Raudhah mengatakan: "Disunnahkan wanita itu berasal dari lingkungan, kabilah dan karakter yang benar-benar shalihah. Karena sesungguhnya, manusia seperti ini adalah sebagaimana logam emas dan perak (yang sangat bernilai)." Sebab, adat, kebiasaan dan gaya hidup suatu kaum sangat berpengaruh pada seseorang dan menentukan kepribadiaannya. Diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dengan sanad shahih, bahwa Rasulullah pernah bersabda:
"Sebaik-baik wanita adalah: yang jika engkau melihatnya, maka ia membahagiakanmu. Jika engkau memerintahnya, maka ia senantiasa menaatimu. Jika engkau memberikan sesuatu kepadanya, maka ia senantiasa berbuat baik kepadamu. Apabila kamu tidak berada di sisinya, ia selalu menjaga dirinya dan hartamu."

Rasulullah pernah mengirim beberapa wanita untuk mengetahui akan aib yang tersembunyi pada diri mereka. Lalu beliau berkata: "Ciumlah mulutnya, ciumllah kedua ketiaknya dan lihatlah kedua tumitnya." (HR. Imam Ahmad).

Memilih Suami
Seorang wanita Muslimah hendaknya memilih calon suami yang shalih dan berakhlak mulia, hingga dapat mempergaulinya dengan cara yang baik atau nanti apabila menceraikannya, maka hal itu akan ia lakukan dengan cara yang baik pula. Imam Ghazali berkata: "Berhati-hati terhadap hak-hak wanita sebagai istri adalah lebih penting. Karena, mereka (kaum wanita) merupakan makhluk yang lemah, sedangkan laki-laki dapat melakukan perceraian kapan saja ia kehendaki. Apabila wanita muslimah memilih calon suami zhalim, fasiq atau peminum minuman keras, maka berarti agamanya menjadi ternoda serta akan menjadi penyebab kemurkaan Allah, karena ia telah memutuskan tali siaturahmi dan salah pilih."

Seseorang bertanya kepada Hasan bin Ali: "Aku mempunyai anak gadis. Menurutmu, kepada siapa aku harus menikahkannya? Hasan menjawab: Nikahkanlah ia dengan laki-laki yang bertakwa kepada Allah. Jika laki-laki itu mencintainya, maka ia akan menghormatinya dan jika ia marah kepadanya, maka ia tidak akan menzhaliminya."

Melihat Wanita yang Hendak Dilamar
Dari Mughirah bin Syu'bah, ia berkata: "Aku pernah melamar seorang wanita, lalu Nabi berkata: Lihatlah ia. Karena, yang demikian itu akan melanggengkan kasih sayang antara kalian berdua." (HR. An-Nasa'i, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi).

Sebagian ulama berpegang pada hadits ini dan mengatakan: "Diperbolehkan bagi seorang laki-laki melihat wanita yang hendak dilamarnya pda bagian yang tidak diharamkan." Demikian dikemukakan oleh Imam At-Tirmidzi. Ini juga menjadi pendapat dari Imam Ahmad dan Imam Ishaq.

Dari Aisyah, ia menceritakan; Rasulullah pernah berkata kepadaku: "Aku telah melihatmu dalam mimpiki dibawa oleh malaikat dengan ditutup oleh kain sutera. Lalu malaikat itu mengatakan kepadaku: Ini adalah istrimu. Maka aku pun membuka kain penutup yang menutupi wajah wanita itu. Tiba-tiba yang muncul adalah kamu (Aisyah). Selanjutnya engkau pun berkata: Apabila ini berasal dari sisi Allah, maka biarlah Allah meneruskannya." (HR. Imam Al-Bukhari)

Dari Sahal bin As'ad As-Sa'idi, ia menceritakan: Ada seorang wanita yang datang kepada Rasulullah seraya berkata: "Wahai Rasulullah, aku datang untuk untuk memberikan diriku kepada engkau. Maka beliau pun melihatnya dengan menaikkan dan menepatkan pandangan kepadanya. Kemudian beliau menundukkan pandangannya. Ketika melihat bahwa beliau tidak memberikan keputusan, maka wanita itu pun terduduk. Selanjutnya salah seorang sahabatnya berdiri seraya berucap: Wahai Rasulullah, jika engkau tidak tertarik kepadanya, maka nikahkanlah aku dengannya. Beliau bertanya: Apakah engkau mempunya sesuatu? Sahabat itu pun menjawab: Wahai Rasulullah, demi Allah aku tidak memiliki apa-apa. Selanjutnya beliau berkata kepadanya: Pergilah kepada keluargamu dan lihatlah, apakah mendapatkan sesuatu di sana? Sahabat itu pun pergi dan kembali seraya mengatakan: Demi Allah, aku tidak mendapatkan apa-apa di sana. Beliau pun masih memerintahkan kepadanya: Carilah, meskipun hanya sebuah cincin dari besi! Kemudian ia pun pergi dan kembali seraya berkata: Ya Rasulullah, demi Allah aku tidak mendapatkan apa-apa meskipun hanya sebentuk cincin dari besi. Akan tetapi, aku hanya mempunyai kain ini (Sahal: berkata: Sahabat itu mempunyai selendang) untu diberikan setengahnya kepada wanita itu. Beliau pun bertanya: Apa yang akan aku perbuat dengan kainmu itu? Karena, jika kamu memakainya, maka wanita itu tidak akan mendapatkan apa-apa dan jika ia memakainya, maka kamu tidak akan mendapatkannya. Lalu ia duduk. Setelah beberapa saat, lalu ia berdiri dan Rasulullah melihatnya melangkahkan kaki untuk pergi. Kemudian beliau menyuruh seseorang untuk memanggilnya. Ketika ia datang, beliau bertanya: Surat apa yang engkau halaf dari Al-Qur'an? Ia pun menjawab: Aku hafal surat ini dan itu, lalu ia pun membacakannya. Beliau bertanya: Apakah engkau bisa membacakan surat itu di hadapan wanita yang hendak engkau lamar dengan hafalanmu itu? Ia pun menjawab: Bisa. Akhirnya beliau bersabda: Pergilah, karena sesungguhnya aku telah menjadikan wanita itu sebagai milikmu dengan ayat-ayat Al-Qur'an yang ada padamu." (HR. Muttafaqun Alaih)

Dari Abu Hurarirah, ia berkata; ada seorang laki-laki mengatakan, bahwa ia hendak menikahi seorang wanita dari kaum Anshar. Lalu Rasulullah bertanya: Apakah engkau telah melihatnya? Ia menjawab: Belum. Selanjutnya beliau berkata, "Pergi dan lihatlah, karena sesungguhnya di mata oranhadap n An-Nasa'i).

Dari Jabir disebutkan (sebagai hadits marfu'), bahwa Rasulullah bersabda:
"Jika salah seorang di antara kalian meminang seorang perempuan; sekiranya ia dapat melihat sesuatu darinya yang mampu menambah keinginan untuk menikahinya, maka hendaklah ia melihatnya." (HR. Abu Dawud dan Hakim)

Menurut jumhur ulama: "Diperbolehkan bagi pelamar melihat wanita yang dilamarnya." Akan tetapi, mereka tidak diperbolehkan melihat, kecuali hanya sebatas wajah dan kedua telapak tangannya." Sedangkan Al-Auza'i mengatakan: "Boleh melihat pada bagian-bagian yang dikehendaki, kecuali aurat." Adapun Ibnu Hazm mengatakan: "Boleh melihat pada bagian depan dan belakang dari wanita yang hendak dilamarnya."

Bersumber dari Imam Ahmad, terdapat tiga riwayat mengenai hal ini. Yang pertama, seperti yang diungkapkan oleh jumhur ulama. Kedua, melihat apa-apa yang biasa terlihat. Ketiga, melihatnya dalam keadaan tidak mengenakan tabir penutup (jilbab). Jumhur ulama juga berpendapat: "Diperbolehkan melihatnya, jika ia menghendaki, tanpa harus meminta izin terlebih dahulu dari wanita yang hendak dilamar (secara sembunyi-sembunyi)." Adapun menurut Imam Malik, dari sebuah riwayat disebutkan, bahwa beliau mensyaratkan adanya izin dari wanita tersebut.

Dinukil oleh Ath-Thahawi dari suatu kaum, di mana disebutkan; bahwasanya tidak diperbolehkan melihat wanita yang hendak dilamar sebelum diadakannya akad nikah. Karena, pada saat itu wanita tersebut belum menjadi istrinya.

***


rukan panggung, 23th March '11--4:15 AM waktu si kompi

Untukmu, Para Kaum Solehah

1. Doa wanita solehah lebih maqbul dari lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat dari lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulallah SAW akan hal tersebut, jawab Baginda : "Ibu lebih penyayang dari bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia."

2. Wanita yang solehah itu lebih baik dari 1,000 orang lelaki yang tidak sholeh.

3. Seorang wanita solehah adalah lebih baik dari 70 orang wali.

4. Seorang wanita solehah adalah lebih baik dari 70 lelaki soleh.

5. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang senantiasa   menangis kerana takutkan Allah SWT dan orang yang takutkan Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

6. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan dari anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail AS

7. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali haidhnya merupakan kifarah (tebusan) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari pertama haidhnya membaca:
"Alhamdulillahi'alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah". Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah dari segala dosa." Maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan mudah melalui shiratul mustaqim yang aman dari seksa, bahkan AllahTa'ala mengangkatnya ke atas darjat, seperti darjatnya 40 orang mati syahid, apabila dia selalu berzikir kepada Allah selama haidhnya.

8. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW) di dalam syurga.

9. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah syurga.

10. Dari 'Aisyah r.ha.
"Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka merekaakan menjadi penghalang baginya dari api neraka."

11. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

12. Apabila memanggil akan engkau kedua ibu bapakmu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

13. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan meredhainya. (serta menjaga sembahyang dan puasanya).

15. 'Aisyah r.ha. berkata
"Aku bertanya kepada Rasulullah SAW. siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita ?"
Jawab baginda, "Suaminya". "Siapa pula berhak terhadap lelaki ?" Jawab Rasulullah SAW. "Ibunya".

16. Seorang wanita yang apabila mengerjakan solat lima waktu, berpuasa wajib sebulan (Ramadhan), memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya, maka pasti akan masuk syurga dari pintu mana saja yang dia kehendaki.

17. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu dari suaminya (10,000 tahun).

18. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

19. Dua rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik dari 80 rakaat shalat wanita yang tidak hamil.

20. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

21. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.

22. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT.

23. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun shalat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.

24. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

25. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.

26. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya dari badannya (susu badan) akan dapat satu pahala dari tiap-tiap titik susu yangdiberikannya.

27. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempoh (2 1/2 tahun), maka malaikat-malaikat di langit akan kabarkan berita bahawa syurga wajib baginya.

28. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun shalat dan puasa.

29. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesai karena menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba.

30. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila diahiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

31. Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatatkan baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari sang suria akan meminta keampunan baginya, dan Allah mengangkatkannya seribu derajat untuknya.

32. Seorang wanita yang solehah lebih baik dari seribu orang lelaki yang tidak soleh, dan seorang wanita yang melayani suaminya selama seminggu, maka ditutupkan baginya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginyalapan pintu syurga, yang dia dapat masuk dari pintu mana saja tanpa dihisab.

33. Mana-mana wanita yang menunggu suaminya hingga pulanglah ia, disapukan mukanya, dihamparkan duduknya atau menyediakan makan minumnya atau memandang ia pada suaminya atau memegang tangannya, memperelokkan hidangan padanya,memelihara anaknya atau memanfaatkan hartanya pada suaminya karena mencari keridhaan Allah, maka disunatkan baginya akan tiap-tiap kalimah ucapannya,tiap-tiap langkahnya dan setiap pandangannya pada suaminya sebagaimana memerdekakan seorang hamba. Pada hari Qiamat kelak, Allah kurniakan Nur hingga tercengang wanita mukmin semuanya atas kurniaan rahmat itu. Tiada seorang pun yang sampai ke mertabat itu melainkan Nabi-nabi.

34. Tidakkan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya.

35. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suaminya melihat isterinya dengan kasih sayang akan di pandang Allah dengan penuh rahmat.

36. Jika wanita melayani suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun sholat.

37. Wanita yang melayan dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan medapat pahala jihad.

38. Jika wanita memijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memijat suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak.

39. Dari Hadrat Muaz ra.: Mana-mana wanita yang berdiri atas dua kakinya membakar roti untuk suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan oleh api,maka diharamkan muka dan tangannya dari bakaran api neraka.

40. Thabit Al Banani berkata: Seorang wanita dari Bani Israel yang buta sebelah matanya sangat baik khidmatnya kepada suaminya. Apabila ia menghidangkan makanan dihadapan suaminya, dipegangnya pelita sehingga suaminya selesai makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu, maka diambilnya rambutnya dijadikan sumbu pelita. Pada keesokkannya matanya yang buta telah celik. Allah kurniakan keramat (kemuliaan pada perempuan itu karena memuliakan dan menghormati suaminya).

41. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah SAW. keluar mengiringi jenazah. Baginda dapati beberapa orang wanita dalam majlis itu. Baginda lalu bertanya,
"Adakah kamu menyembahyangkan mayat ?"
Jawab mereka,"Tidak".
Sabda Baginda: "Sebaiknya kamu sekalian tidak perlu ziarah dan tidak ada pahala bagi kamu. Tetapi tinggallah di rumah dan berkhidmatlah kepada suami niscaya pahalanya sama dengan ibadat-ibadat orang lelaki.

42. Wanita yang memerah susu binatang dengan "Bismillah" akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.

43. Wanita yang menguli tepung gandum dengan "Bismillah" , Allah akan berkahkan rezekinya.

44. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di Baitullah.

45. "Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika membuat roti, Allah akan mejadikan 7 parit diantara dirinya dengan api neraka, jarak diantara parit itu ialah sejauh langit dan bumi."

46. "Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang, Allah akan mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak utus benang yang dibuat dan memadamkan seratus perbuatan jahat."

47. "Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang menganyam akan benang dibuatnya, Allah telah menentukan satu tempat khas untuknya di atas tahta di hari akhirat."

48. "Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang dan kemudian dibuat pakaian untuk anak-anaknya maka Allah akan mencatatkan baginya ganjaran sama seperti orang yang memberi makan kepada 1000 orang lapar dan memberi pakaian kepada 1000 orang yang tidak berpakaian."

49. "Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang meminyakkan rambut anaknya,menyikatnya, mencuci pakaian mereka dan mencuci akan diri anaknya itu, Allah akan mencatatkan untuknya pekerjaan baik sebanyak helai rambut mereka dan memadamkan sebanyak itu pula pekerjaan jahat dan menjadikan
dirinya kelihatan berseri di mata orang-orang yang memerhatikannya."

50. Sabda Nabi SAW: "Ya Fatimah barang mana wanita meminyakkan rambut dan janggut suaminya, memotong kumis (misai) dan mengerat kukunya, Allah akan memberi minum akan dia dari sungai-sungai serta diringankan Allah baginya sakaratul maut dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman- taman syurga dan dicatatkan Allah baginya kelepasan dari api neraka dan selamatlah ia
melintas Titian Shirat."

51. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.

52. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumahtangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal dari suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat dari yakut.

53. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat,tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya yaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.

54. Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan ialah wanita (isteri) yang solehah.

55. Salah satu tanda keberkatan wanita itu ialah cepat perkahwinannya,cepat pula kehamilannya dan ringan pula maharnya (mas kahwin).

56. Sebaik-baik wanita ialah wanita (isteri) yang apabila engkau memandang kepadanya ia menggirangkan engkau, jika engkau memerintah ditaatinya perintah engkau (taat) dan jika engkau berpergian dijaga harta engkau dan dirinya.

57. Dunia yang paling aku sukai ialah wanita solehah.

58. Rasulullah SAW bersabda bahwa, "Allah telah memberikan sifat iri (pencemburu) untuk wanita dan jihad untuk lelaki. Jika seorang wanita melatih kesabarannya dengan iman dengan mengharapkan pahala dari sesuatu perkara yang menyebabkannya menjadi cemburu (iri hati), seperti misalnya
suaminya menikahi istri kedua, maka ia akan menerima ganjaran seorang syahid".
Point-point dari halaman ini terdapat di dalam kitab Kanzul 'Ummal, Misykah, Riadlush Shalihin, Uqudilijjain, Bhahishti Zewar, Al-Hijab, dan lain-lain,

Disalin dari @Muslimah Indonesia , semoga bermanfaat untuk kita semua, terutama kaum muslimah. :))