bahtera

semalam kau bicara tentang bahtera. kau katakan kau telah mempersiapkan bahtera yang akan kau bawa berlayar. kau katakan pula kau punya impian akan berlayar bersamaku dengan bahtera itu menuju pulau impian.

mendengar ceritamu, perasaan ini tak terkira. aku bahagia. karena aku juga punya impian layaknya yang kau impikan. aku khawatir. khawatir apa yang sama-sama kita impikan bukanlah sama dengan yang telah digariskan Tuhan.

semalam kau sampaikan semua keinginanmu. harapanmu. kemauanmu. secara jelas. tak ada yang kau tutup-tutupi. begitu terbuka. kau begitu jujur. manis dan pahit dengan jelas kau sampaikan. kau tak berpura-pura. aku suka.

mendengar penjelasanmu, aku terpaku. semua keinginanu, harapanmu, kemauanmu mengundang berjuta pertanyaan di benakku. mengapa kau bisa yakin denganku? mengapa kau bisa bemimpi sedemikian jauh?

semalam kau mulai mempertanyakan. soal yakinku. soal perasaanku. soal inginku dan inginmu. sama sekali aku tak menyalahkan. sama sekali aku tak meragukan.

untuk semua pertanyaanmu, aku hanya bisa menjawab; aku akan selalu berusaha menjadi bagian terbaik dalam hidupmu. tak perlu kau ragukan perasaanku. tak perlu kau ragukan keyakinanku. tak perlu pula kau ragukan keinginanku. InsyaAllah bahtera ini akan berlabuh menuju pulau impian. aku akan selalu mendampinginmu. akan mengingatkan ketika bahtera kita berbelok ke arah yang keliru. akan selalu ada ketika kau butuh aku selama kita berlayar menuju pulau impian. 

***

 

September for remember

September telah berlalu. kini Oktober telah menjelang. setiap waktu pasti akan mencipta kenangan. begitu pula September lalu. September for remember, ya.. aku benar-benar akan mengingatnya. banyak kejutan yang telah kutemukan. baik pun buruk. semuanya akan tetap indah jika disimpan rapi dalam memori yang bernama 'kenangan'.

Terimakasih Tuhan,  hingga kini Engkau masih limpahkan nikmat dan rahmatMu. jadikan aku hamba yang sabar ketika dihadapkan permasalahan. jadikan aku hamba yang berhati-hati ketika Kau menguji dengan nikmat yang begitu indah. Amin.

setialah

jalan ini tak akan pernah datar
adakalanya ia akan terjal
adakalanya pula ia akan berkerikil
bahkan adakalanya pula menurun

hingga hari ini perjalanan ini masih sangat menyenangkan
nanti, esok, lusa siapa yang akan tahu
jalanan yang terjal akan membuat kita menyerah
jalanan berkerikil akan menjadi sandungan 
sedangkan jalanan menurun sangatlah berbahaya

tapi jika kita masih jalan bersisian
mudah-mudahan perjalanan ini begitu menyenangkan
hingga sampai di titik tujuan
tujuan yang bukan kita tentukan masing-masing
tapi tujuan yang telah kita tekadkan

aku tak ingin berjalan di depan
tak ingin pula di belakang
aku tak ingin memimpin
tak ingin pula dipimpin
hanya, aku ingin dibimbing

setialah membimbingku, setialah disisiku
senantiasa aku akan setia pula di sampingmu

'take my hand and never let go'
*)rukan panggung, 30thSept11, 7:14

Lelaki Sholeh Dambaan Wanita Sholehah

Jadilah seorang lelaki yang beriman,
Yang hatinya disalut rasa taqwa kepada Allah,
Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap Islam,
Yang senantiasa haus dengan ilmu,
Yang senantiasa dahaga akan pahala,
Yang solatnya adalah maruah dirinya,
Yang tidak pernah takut untuk berkata benar,
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu,
Yang senaantiasa bersama kumpulan orang-orang yang berjuang di jalan Allah.

Jadilah seorang lelaki,
Yang menjaga tutur katanya,
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya,
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicarinya,
Yang sentiasa berbuat kebajikan kerana sifatnya yang penyayang,
Yang mempunyai kawan dan tidak mempunyai musuh.

Jadilah seorang lelaki,
Yang menghormati ibu bapaknya,
Yang senantiasa berbakti kepada orang tua dan keluarga,
Yang bakal menjaga kerukunan rumahtangga,
Yang akan mendidik isteri dan anak-anak mendalami Islam,
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan,
Karena dunia baginya adalah rumah sementara menuju akhirat.

Jadilah seorang lelaki,
Yang sentiasa bersedia untuk menjadi imam,
Yang hidup di bawah naungan Al-Qur'an dan mencontohi sifat-sifat Rasulullah,
Yang boleh diajak berbincang dan berbicara,
Yang menjaga matanya dari berbelanja,
Yang sujudnya penuh kesyukuran dengan rahmat Allah ke atasnya.

Jadilah seorang lelaki,
Yang tidak pernah membazirkan masa,
Matanya kepenatan karena membaca al-Quran,
Suaranya lesu kerana penat berzikir,
Tidurnya lena dengan cahaya keimanan,
Bangunnya Subuh penuh kecerdasan,
KAREna sehari lagi usianya bertambah kematangan.

Jadilah seorang lelaki,
Yang senantiasa mengingati mati,
Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat,
Yang mana buah kehidupan itu perlu dibaja dan dijaga,
Agar berputik tunas yang bakal menjaga baka yang baik,
Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian.

Jadilah seorang lelaki,
Yang tidak terpesona dengan buaian dunia,
Karena dia mengimpikan syurga Allah.



*) repost from: link ini.

inginku bersama selamanya

aku ingin berlama-lama di taman ini
taman penuh bunga
bunga dimana-mana
penuh warna

aku tak ingin sekejap
tapi selamanya

terimakasih 
kau telah hantarkan aku ke taman ini
tanpa kau aku tak akan bisa sampai ke sini
aku ingin kau turut menemaniku 
selamanya di sini

jika nanti kau telah tak betah lagi di taman ini
jika nanti kau ingin pulang
jangan tinggalkan aku sendiri
antarkan aku kembali ke tempat kau menjemput
sungguh, aku tak ingin itu terjadi
aku hanya ingin kita bersama
dimanapun, kapanpun

***
*)rukan panggung, 29th of Sept 2011 (7:08)

dia satu-satunya yang kami punya

malam ini dia pergi. demi peruntungan yang lebih baik. soal kepergian, kami benar-benar khawatir. trauma mendalam semenjak kisah kakak sulung kami. tapi, sama sekali kami tak pernah menginginkan hal yang sama terjadi kepada saudara laki-laki satu-satunya yang kami punya. dia harapan kami. pembela kami.

sementara, aku lebih mengkhawatirkan dirinya daripada diriku sendiri. tak pernah kuingin dia juga ikut merantau. aku hanya ingin dia di rumah. menjaga orangtua kami. itu saja. tapi, pemahamanku keliru. bukankah si bujang sudah seharusnya merantau? laiknya budaya di ranah kami.

dia merantau lumayan jauh. ke negeri seberang. sehari sebelum keberangkatan dia memberi kabar. "Besok sore berangkat," ia mengirim pesan singkat kepadaku. tiba-tiba hati ini galau. ternyata dia benar-benar akan pergi. bukan pergi kemana-mana, hanya merantau. demi hidup yang lebih baik.

masih kental di ingatan, ketika ia mengirimkan pesan singkat kepadaku di lebaran tahun lalu. "Semoga lebaran tahun depan lebih baik," tulisnya. membaca pesan demikian dari dia, air mata mengalir deras di tebing pipiku. aku tahu dia merasa bersalah karena di hari lebaran dia masih tetap bekerja. tidak dapat berkumpul bersama kami. tak lain itu karena pekerjaannya yang dulu tak pernah menjanjikan yang lebih baik. tak hanya aku, kami semua menangis. kami benar-benar tahu bagaimana perasaanya.

dia tak banyak bicara. banyak diam. sekali bicara benar-benar membekas di ingatan kami semua. dia punya mimpi. tapi tak pernah mau dibantu. ia berusaha mewujudkan sendiri. ya, aku begitu bangga kepadanya.

senin, 20:30 pesan singkat dari dia kembali aku terima: "Semoga di sana bisa bekerja lebih baik, jaga kesehatan ya," hanya itu yang dia tuliskan.

sedih.. benar-benar sedih. dari dulu dia selalu mengkhawatirkan kesehatanku. aku balas pesan darinya:
"Shalat jangan pernah abai. tak ada yang dapat menolong kita selain DIA ketika kita jauh dari keluarga, saudara, teman, dan lainnya. Do'a terbaik selalu kukirimkan untukmu.," hanya itu yang aku tulis.

"Terimakasih banyak. kita sama-sama mendo'akan," balasnya.

huft... benar-benar berat. Ya Rabb, tolong jaga dia. satu-satunya yang kami punya. Amin.

*) 27sept11, 7:18

cerita untuk mentari (II)

selamat pagi mentari, hingga hari ini kau masih setia melaksanakan tugasmu. tepat minggu kemarin aku menyapamu mentari. sapaan luka. aku tak mempedulikan kau mentari. aku berkeluh sesuka hatiku. tapi itu seminggu alias tujuh hari yang lalu mentari.

minggu kini aku juga kembali menyapamu. tapi bukan lagi sapaan luka. aku juga tak mau hanya memberi kabar buruk saja kepada kau mentari. tahukah kau mentari, Tuhanku tentunya juga Tuhanmu sungguh maha baik kepadaku. Baru saja sabtu malam di minggu kemarin aku terisak mencurahkan lukaku di MaghribNya. Baru saja sabtu malam di minggu kemarin aku terbata-bata melafalkan ayat suciNya.

tahukah kau mentari, sabtu malam ini ia membalikkan keadaanku. ia merubah luka menjelma jadi bahagia. Ia tak lupakan aku mentari. aku tak tahu bagaimana aku mesti mengungkapkan rasa syukurku kepadaNya. Hanya mencurahkan rasa, itu yang dapat kulakukan di SubuhNya. dengan denting air mata tak tertahankan aku memuji Tuhanku mentari. Ia sungguh maha baik kepadaku. Ia tak lupakan aku. Ia mengubah air mata menjadi kekuatan. Ia membiarkan waktu menyembuhkan lukaku mentari. 

Sama dengan ceritaku minggu lalu, aku tahu kau bingung mentari apa sebenarnya yang aku ceritakan. sama pula dengan minggu lalu aku juga tak akan bercerita lebih jauh kepadamu mentari. aku hanya ingin berbagi bahagia saja. Aku harap kau tak marah dan masih akan selalu setia hadir di hari-hariku, mentari.

*)Sunday, 25th Sept 11. 06:16