Ya Rabb, Kau ajarkan aku arti kesabaran melalui banyak cara.
Kau kirimkan mereka untukku.
Kau kirimkan segala bentuk yang tak kusadari untuk mempelajari itu.
mungkin selama ini aku lupa
mungkin selama ini aku lena
di Subuh ini aku merasa,
sungguh aku baru tersadar bahwa Engkau begitu menyayangiku
kasih sayangMu melebihi bumi beserta isinya
tapi kau mengirimkannya dengan cara berbeda
butuh tafakur untuk merasakannya
Segala puji bagi Engkau ya Rabb
tak pernah hentinya aku mengharapkan kasih sayangMu
kasih sayangNya
Posted by
tutihandriani
on Sabtu, 10 September 2011
/
Labels:
cermin,
kasih sayang Rabb
/
Comments: (0)
catatan 'perpisahan'
Posted by
tutihandriani
on Jumat, 09 September 2011
/
Labels:
catatan,
perpisahan,
saudara
/
Comments: (0)
tak lama lagi kau akan pergi. pergi untuk menjemput kebahagiaan dan impian. kau bahagia, aku bahagia. kelak kita telah berjarak, jangan pernah kau hapus memori kita. aku tak akan pernah berhenti mengirimkan doa untukmu. ku harap kau juga begitu.
kupikir kau tak perlu ragu untuk tinggalkanku. aku tak mau kau risau. percayalah, jika memang ada takdirku senantiasa aku akan menyusulmu.
kau juga tak perlu takut akan perpisahan. ini sudah jalannya. jika memang kita harus terus bersama untuk apa Tuhan hadirkan rindu. karena kita berjaraklah maka rasa itu ada. yang perlu kau tahu, aku akan selalu rindu kau.
aku harap kau bersiap. meski kita tidak pernah tahu bagaimana skenario Tuhan, jalan yang akan kau tempuh sangatlah panjang.
aku dan kau sama-sama tidak tahu tentunya, kemana hidup ini akan bermuara. tugas kita hanyalah berusaha. mengusahakan segala kebaikan agar kelak Tuhan juga akan memberi balasan yang baik pula.
kutitipkan kau kepada dia, pendamping hidupmu. juga kutitipkan kau tanpa ragu sedikitpun kepada Dia (Rabb). agar kau selalu dijaga. dari kejauhan ini aku akan selalu merindukan kau, saudaraku..
kupikir kau tak perlu ragu untuk tinggalkanku. aku tak mau kau risau. percayalah, jika memang ada takdirku senantiasa aku akan menyusulmu.
kau juga tak perlu takut akan perpisahan. ini sudah jalannya. jika memang kita harus terus bersama untuk apa Tuhan hadirkan rindu. karena kita berjaraklah maka rasa itu ada. yang perlu kau tahu, aku akan selalu rindu kau.
aku harap kau bersiap. meski kita tidak pernah tahu bagaimana skenario Tuhan, jalan yang akan kau tempuh sangatlah panjang.
aku dan kau sama-sama tidak tahu tentunya, kemana hidup ini akan bermuara. tugas kita hanyalah berusaha. mengusahakan segala kebaikan agar kelak Tuhan juga akan memberi balasan yang baik pula.
kutitipkan kau kepada dia, pendamping hidupmu. juga kutitipkan kau tanpa ragu sedikitpun kepada Dia (Rabb). agar kau selalu dijaga. dari kejauhan ini aku akan selalu merindukan kau, saudaraku..
bersiap
segala yang diraih, bersiaplah untuk dilepaskan
segala pertempuan, bersiaplah untuk perpisahan
segala harapan, bersiaplan untuk kekecewaan
jika meraih tak perlu terlalu dipegang erat
jika bertemu tak perlu terlalu mencinta
jika berharap tak perlu terlalu berlebih
tak ada sakit selain ketiganya
akan lebih baik berbiasa saja
*) catatan di pagi yang tak biasa
segala pertempuan, bersiaplah untuk perpisahan
segala harapan, bersiaplan untuk kekecewaan
jika meraih tak perlu terlalu dipegang erat
jika bertemu tak perlu terlalu mencinta
jika berharap tak perlu terlalu berlebih
tak ada sakit selain ketiganya
akan lebih baik berbiasa saja
*) catatan di pagi yang tak biasa
Launching Buku Kumpulan Cerpen 25 Penulis Sumatera Barat
Posted by
tutihandriani
on Kamis, 28 Juli 2011
/
Labels:
25 Penulis,
kumpulan cerpen Potongan Tangan di Kursi Tuhan,
liputan,
PTDKT
/
Comments: (0)
![]() | ||||
| Launching Buku Kumpulan Cerpen 25 Penulis Sumatera Barat |
Bukittinggi-inioke. Dunia sastra Sumatera Barat kembali melahirkan sebuah buku Antologi cerpen yang ditulis oleh 25 orang penulis asal Sumatera Barat. Peluncuran buku yang berjudul Potongan Tangan di Kursi Tuhan ini dihelat di depan Ramayana Bukittinggi dan dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari siswa SMA, mahasiswa, guru dan masyarakat pecinta sastra, Kamis (28/7).
Menurut M. Subhan, penulis novel Rinai Kabut Singgalang ini berawal dari ide teman-teman penulis yang ingin menerbitkan sebuah buku. Berawal dari ide tersebut akhirnya setelah melewati proses yang cukup panjang maka lahirlah buku kumpulan cerpen 25 penulis Sumatera Barat.
"Sebenarnya ada 50 penulis yang mengirimkan beberapa naskah cerpen. Namun setelah melalui penyeleksian maka terpilihlah 25 penulis yang naskah cerpennya akan dibukukan," ungkap M. Subhan di sela-sela acara.
Ke-25 Penulis Sumatera Barat yang ada dalam Antologi cerpen yang berjudul Potongan Tangan di Kursi Tuhan ini berasal dari berbagai latar belakang yaitu ada yang berprofesi siswa SMA, mahasiswa, dan guru. Selain itu, ke-25 penulis ini tersebar dari berbagai daerah yang ada di Sumatera Barat.
Peluncuran buku ini digagas oleh Harian Umum Rakyat Sumbar Utara, di mana pimpinan redaksinya, Firdaus juga merupakan salah satu penulis yang ikut mengisi buku kumpulan cerpen Potongan Tangan di Kursi Tuhan.
Meiriza Paramitha, salah satu penulis yang mana judul cerpennya merupakan judul dari kumpulan cerpen ini menyerahkan beberapa buah buku kepada Amri Rasyidin, juga salah satu penulis buku Potongan Tangan di Kursi Tuhan sebagai simbol diluncurkannya sebuah buku yang berisi kumpulan cerpen 25 penulis Sumatera Barat.
Acara ini dimeriahkan juga dengan penampilan akustik dari Muhammad Jujur yang membawakan beberapa lagu ciptaannya, serta bazar buku dan diskusi sastra dengan beberapa nara sumber seperti Firdaus, Pemimpinan Redaksi Harian umum Rakyat Sumbar Utara, Irzen Hawer, penulis novel Prosa Cinta di Kota Serambi, Amri Rasyidin, Penulis.
Berikut Nama-Nama 25 Penulis Buku Antologi Cerpen Potongan Tangan di Kursi Tuhan:
1. Amri Rasyidin
2. Agus Setiawan
3. Budi Saputra
4. Desiyanti Anwar
5. Firdaus
6. Haqimah Rahma Sari
7. Irzen Hawer
8. Kyanti Naurah
9. Keket Apriliyand
10. Lola Geovani
11. Lili Asnita
12. Muhammad Subhan
13. Meiriza Paramitha
14. Merdila Nuril Rahmi
15. Muswair Al Fayd
16. Sastri Bakry
17. Syerli Yenita
18. Sri Novita
19. Tuti Handriyani
20. Tiara Mairani
21. Williya Meta
22. Yusrizal Firzal
23. Yosi Elfiandra
24. Yunarti
25. Zakiyya (*)
Tuhan...
senja yang tak biasa.
nano-nano mungkin pantas disebutkan.
sedih, kecewa, dan bahagia.
Tuhan, Engkau yang menghadirkan rasa.
Tentu, Engkau pula yang berhak mencabutnya.
Tuhan...
atas kesedihan, kumohon jangan jadikan aku manusia yang lemah.
atas kekecewaan, kumohon jangan jadikan aku manusia yang putus asa.
atas kebahagiaan, kumohon jangan jadikan aku manusia yang lupa.
--lupa atas syukur atas nikmat bahagia-Mu.
nano-nano mungkin pantas disebutkan.
sedih, kecewa, dan bahagia.
Tuhan, Engkau yang menghadirkan rasa.
Tentu, Engkau pula yang berhak mencabutnya.
Tuhan...
atas kesedihan, kumohon jangan jadikan aku manusia yang lemah.
atas kekecewaan, kumohon jangan jadikan aku manusia yang putus asa.
atas kebahagiaan, kumohon jangan jadikan aku manusia yang lupa.
--lupa atas syukur atas nikmat bahagia-Mu.
Mengerti itu !!!
kalian benar-benar tak tahu diuntung. berpikirlah sedikit. kalian ini berasal dari keluarga seperti apa. jangan pernah berangan-angan untuk berguru ke perguruan tinggi itu. kalian itu dari keluarga miskin. mengerti itu!!!
kau, kenapa menangis? hapus air matamu. aku tak pernah mengajarkan kau menjadi wanita lemah. tak ada yang perlu kau tangisi. tak ada pula yang akan mengasihanimu. mengerti itu!!!
sudah dari dulu aku katakan. kalian tak juga mengerti. hari-hari kalian cukup seperti ini saja. makan dan minum hari-hari saja, syukur. cukup. tak perlu berandai lebih dari itu. mengerti itu!!!
aku juga ingatkan. jangan turuti mereka. mereka beruntung. tak sama dengan kalian. ayah mereka orang kaya. ayah kalian kaum papa. ibu mereka jutawan, ibu kalian tak demikian. mengerti itu!!!
mulai hari ini, kubur dalam-dalam angan kalian. lakukan saja apa yang bisa kita lakukan. yang penting kita tak mengemis kepada siapapun untuk mendapatkan makan.
hentikan tangis kalian! hentikan! tak sudi aku melihat kalian menangis. sekali lagi aku katakan, kalian tidak pernah aku ajarkan menjadi lemah. kuat. kuat. kuat.
sudahlah. kita tak bergantung kepada mereka saja, cukup. hidup dengan kesederhanaan, sudah lebih dari indah. jangan pernah berkecil hati. kita begini bukan berarti miskin ilmu. belajar bisa di mana saja. yang penting kemauan.
berdiri. tegaklah. bulatkan tekad. kita akan menjadi orang baik di manapun. kita akan menjadi orang taat agama. kita akan selalu berjalan di jalur-Nya. kita juga berilmu, tentunya.
kau, kenapa menangis? hapus air matamu. aku tak pernah mengajarkan kau menjadi wanita lemah. tak ada yang perlu kau tangisi. tak ada pula yang akan mengasihanimu. mengerti itu!!!
sudah dari dulu aku katakan. kalian tak juga mengerti. hari-hari kalian cukup seperti ini saja. makan dan minum hari-hari saja, syukur. cukup. tak perlu berandai lebih dari itu. mengerti itu!!!
aku juga ingatkan. jangan turuti mereka. mereka beruntung. tak sama dengan kalian. ayah mereka orang kaya. ayah kalian kaum papa. ibu mereka jutawan, ibu kalian tak demikian. mengerti itu!!!
mulai hari ini, kubur dalam-dalam angan kalian. lakukan saja apa yang bisa kita lakukan. yang penting kita tak mengemis kepada siapapun untuk mendapatkan makan.
hentikan tangis kalian! hentikan! tak sudi aku melihat kalian menangis. sekali lagi aku katakan, kalian tidak pernah aku ajarkan menjadi lemah. kuat. kuat. kuat.
sudahlah. kita tak bergantung kepada mereka saja, cukup. hidup dengan kesederhanaan, sudah lebih dari indah. jangan pernah berkecil hati. kita begini bukan berarti miskin ilmu. belajar bisa di mana saja. yang penting kemauan.
berdiri. tegaklah. bulatkan tekad. kita akan menjadi orang baik di manapun. kita akan menjadi orang taat agama. kita akan selalu berjalan di jalur-Nya. kita juga berilmu, tentunya.
Galau Pasti Berlalu
Posted by
tutihandriani
on Selasa, 19 Juli 2011
/
Labels:
buku,
Fahd Djibran,
Yang Galau Yang Meracau (YGYM)
/
Comments: (0)
Judul : Yang Galau Yang Meracau :
Curhat (Tuan) Setan
Penulis : Fahd Djibran
Tahun Terbit : Cetakan I, Juni 2011
Penerbit : Kurnia Esa Publishing
Halaman : 226 Hal
Saya merasa beruntung bisa mendapatkan YGYM lebih awal. Setelah berhasil Pre Order, YGYM sampai di kota domisili saya sekarang. Ada tanda tangan penulis (Fahd Djibran) pula. Tapi itu tak ada penting-pentingnya untuk dibahas jika dibandingkan dengan isi dari YGYM sendiri.
Baru saja saya tengok halaman sampul depan dan belakang, YGYM begitu menarik perhatian. Ilustrasi gambar depan kalau saya tak salah kira merupakan gambar dari Tuan Setan dengan kulit kepala/rambut terangkat, saking galau dan banyaknya yang terpikirkan oleh si Tuan Setan. He.. Nah, apalagi membaca curhat Tuan Setan di sampul belakang. Sungguh menggelitik dan menarik, sehingga tak sabar untuk berkelana di halaman-halaman dalam YGYM.
Berikut curhat Tuan Setan di halaman sampul belakang YGYM:
A Buzz for God
Dear God,
Kenapa sih Kamu invisible terus?
Sesekali aku pengin lihat donk—
nggak perlu ketemu
aku cuma pengin yakin
bahwa Kamu benar-benar ada
meski statusMu
busy atau not on My desk
Kalau Kamu mau membalas pesanku
mendengarkan curhatku
atau sekadar tersenyum
lewat emoticon
:-)
… maka hidupku akan sempurna!
BUZZ!!!
BUZZ!!!
::::
Bagaimana? Menarik bukan?
Itulah Fahd Djibran, selalu menyajikan bahasan yang begitu unik, cerdas, juga sangat menyentuh.
Penulis yang memiliki nama asli Fahd Pahdepie ini meski masih tergolong berusia muda (kelahiran 22 Agustus 1986) tapi ia telah jauh berkembang di dunia kepenulisan. Beberapa bukunya yang telah diterbitkan antara lain A Cat in My Eyes (2008), Curhat Setan (2009), serta dua buah novel Rahim: Sebuah Dongeng Kehidupan dan Menatap Punggung Muhammad (2010).
Bagi pecinta buku, saya rasa Fahd Djibran bukanlah nama asing lagi bagi mereka. Di buku terbaru ini, Fahd menampilkan bahasan yang sebenarnya cukup rumit tapi ia menuangkan ke dalam tulisan yang begitu sederhana. Tak perlu mengernyitkan dahi untuk memahami tentang Tuhan, Cinta, dan Setan. Sebagaimana tiga bagian yang ada dalam YGYM.
Tak sedikit yang merasa buntu ketika mempertanyakan tetang tiga hal ini. Tapi, bagi Fahd semuanya begitu sederhana. Berangkat dari kegalauannya dan dari pertanyaan-pertanyaan yang sering singgah di pikirannya, Fahd mampu menuangkan dengan cara yang begitu unik ke dalam buku setebal 226 ini.
Ketika ia galau, Fahd akan meracau. Kira-kira begitu. Bukan sembarang racau. Meski tak ada alur, tak ada penokohan, Fahd mampu membahas apa pun yang ia inginkan dari sudut pandang kreatif dan filosofis. Salah satu judul yang paling menarik menurut saya: Perahu Kertas. Pada bagian ini Fahd menguraikan tahap awal dari pembuatan perahu kertas sampai akhirnya kertas tadi menemukan bentuk. Secara filosofis dan sederhana, Fahd mengaitkan proses pembuatan perahu kertas tersebut dengan proses perjalanan manusia menemukan bentuk. Menjadi manusia seperti apa. Setiap manusia punya kuasa untuk hidupnya sendiri-sendiri, atas perahu kertasnya sendiri.
Ditambah lagi, pada setiap racauannya, Fahd menyelipkan lirik lagu yang sangat matching dengan pembahasannya. Tak dipungkiri seperti yang saya alami juga, setiap kisah hidup ini memiliki soundtracknya sendiri. Ketika patah hati, jatuh cinta, merasa berdosa, atau apa lah suasana hati ini, pasti ada saja lagu-lagu yang mewakili perasaan. Di sinilah saatnya, saya mungkin Anda juga merasa tak sendiri. Ternyata, ada juga yang merasakan hal yang serupa.
Dengan tambahan lirik-lirik lagu inilah semakin membuat buku ini dibahas dari cara pandang yang sangat kaya. Tak perlulah saya banyak meracau pula pada pembahasan YGYM ini. Yang jelas, Fahd telah mampu mengajak saya untuk berfikir kreatif. Tak selalu 'serius' dalam menghadapi permasalahan, sekecil (berat) apapun itu.
Jadi, selamat menikmati racauan Fahd, sembari membaca lirik dan mendengarkan lagu soundtrack racauannya. Dan yakinlah, Galau pasti berlalu!! Ajeeb..
Curhat (Tuan) Setan
Penulis : Fahd Djibran
Tahun Terbit : Cetakan I, Juni 2011
Penerbit : Kurnia Esa Publishing
Halaman : 226 Hal
Saya merasa beruntung bisa mendapatkan YGYM lebih awal. Setelah berhasil Pre Order, YGYM sampai di kota domisili saya sekarang. Ada tanda tangan penulis (Fahd Djibran) pula. Tapi itu tak ada penting-pentingnya untuk dibahas jika dibandingkan dengan isi dari YGYM sendiri.
Baru saja saya tengok halaman sampul depan dan belakang, YGYM begitu menarik perhatian. Ilustrasi gambar depan kalau saya tak salah kira merupakan gambar dari Tuan Setan dengan kulit kepala/rambut terangkat, saking galau dan banyaknya yang terpikirkan oleh si Tuan Setan. He.. Nah, apalagi membaca curhat Tuan Setan di sampul belakang. Sungguh menggelitik dan menarik, sehingga tak sabar untuk berkelana di halaman-halaman dalam YGYM.
Berikut curhat Tuan Setan di halaman sampul belakang YGYM:
A Buzz for God
Dear God,
Kenapa sih Kamu invisible terus?
Sesekali aku pengin lihat donk—
nggak perlu ketemu
aku cuma pengin yakin
bahwa Kamu benar-benar ada
meski statusMu
busy atau not on My desk
Kalau Kamu mau membalas pesanku
mendengarkan curhatku
atau sekadar tersenyum
lewat emoticon
:-)
… maka hidupku akan sempurna!
BUZZ!!!
BUZZ!!!
::::
Bagaimana? Menarik bukan?
Itulah Fahd Djibran, selalu menyajikan bahasan yang begitu unik, cerdas, juga sangat menyentuh.
Penulis yang memiliki nama asli Fahd Pahdepie ini meski masih tergolong berusia muda (kelahiran 22 Agustus 1986) tapi ia telah jauh berkembang di dunia kepenulisan. Beberapa bukunya yang telah diterbitkan antara lain A Cat in My Eyes (2008), Curhat Setan (2009), serta dua buah novel Rahim: Sebuah Dongeng Kehidupan dan Menatap Punggung Muhammad (2010).
Bagi pecinta buku, saya rasa Fahd Djibran bukanlah nama asing lagi bagi mereka. Di buku terbaru ini, Fahd menampilkan bahasan yang sebenarnya cukup rumit tapi ia menuangkan ke dalam tulisan yang begitu sederhana. Tak perlu mengernyitkan dahi untuk memahami tentang Tuhan, Cinta, dan Setan. Sebagaimana tiga bagian yang ada dalam YGYM.
Tak sedikit yang merasa buntu ketika mempertanyakan tetang tiga hal ini. Tapi, bagi Fahd semuanya begitu sederhana. Berangkat dari kegalauannya dan dari pertanyaan-pertanyaan yang sering singgah di pikirannya, Fahd mampu menuangkan dengan cara yang begitu unik ke dalam buku setebal 226 ini.
Ketika ia galau, Fahd akan meracau. Kira-kira begitu. Bukan sembarang racau. Meski tak ada alur, tak ada penokohan, Fahd mampu membahas apa pun yang ia inginkan dari sudut pandang kreatif dan filosofis. Salah satu judul yang paling menarik menurut saya: Perahu Kertas. Pada bagian ini Fahd menguraikan tahap awal dari pembuatan perahu kertas sampai akhirnya kertas tadi menemukan bentuk. Secara filosofis dan sederhana, Fahd mengaitkan proses pembuatan perahu kertas tersebut dengan proses perjalanan manusia menemukan bentuk. Menjadi manusia seperti apa. Setiap manusia punya kuasa untuk hidupnya sendiri-sendiri, atas perahu kertasnya sendiri.
“Peradaban, filsafat, dan tentu saja ilmu pengetahuan bermula dari rasa kagum sekaligus gentar terhadap fenomena alam yang sarat dengan rahasia. Fahd Djibran mampu menyajikan tema-tema besar dengan ringan dan kreatif.”
–Puthut EA, penulis dan peneliti masalah sosial
Dengan tambahan lirik-lirik lagu inilah semakin membuat buku ini dibahas dari cara pandang yang sangat kaya. Tak perlulah saya banyak meracau pula pada pembahasan YGYM ini. Yang jelas, Fahd telah mampu mengajak saya untuk berfikir kreatif. Tak selalu 'serius' dalam menghadapi permasalahan, sekecil (berat) apapun itu.
Jadi, selamat menikmati racauan Fahd, sembari membaca lirik dan mendengarkan lagu soundtrack racauannya. Dan yakinlah, Galau pasti berlalu!! Ajeeb..

